We're just trying to give meaning to life and makes life more meaningful.

.

11 Maret 2017

Trouble dalam Pembuatan Virtual Host



Cerita kali ini adalah tentang pembuatan virtual host di server lokal.
Singkat cerita, setelah mengutak-atik pembuatan virtual-host apache2 di server lokal, selalu saja gagal dan mentok dengan pesan errornya :

"Syntax error on line 3 of /etc/apache2/sites-enabled/ekajaya.net:
ServerAdmin takes one argument, The email address of the server administrator"

Lama ane pantengin tuh baris ketiga. Perasaan tidak ada yang salah. Isinya sebagai berikut :


        ServerAdmin sysadmin@localhost   # email administrator
        ServerName ekajaya.net    # nama server websitenya
        ServerAlias www.ekajaya.net  # anama server aliasnya.

Akhirnya pengembaraan di belantara dunia maya pun dilakukan. Sampai di rimba ada salah satu rumah, nama pemiliknya om ALDO. Ane ikutin petunjuknya, namun tetap ada kesalahan.
Pengembaraan dilanjutkan, dan dapat keterangan-keterangan dari beberapa orang, ada yang mengatakan bahwa baris apapun yang ada dibelakang nama ServerAdmin tersebut akan dianggap sebagai sebuah argumen. Mungkin benar, lalu ane hapus tanda comment (#) yang ada dibelakangnya.
Masih ada kesalahan lagi. Errornya masih rada-rada sama. Berkelana lagi. Bolak-balik bolak-balik. Dan yang namanya internet juga, banyak sekali tulisan yang isinya sama, tapi websitenya berbeda-beda, bahkan sampai beberapa website, isinya sama saja semuanya. Hah, betul kata orang, bahwa informasi yang ada di internet adalah kebanyakan plagiat alias hasil copy-paste. Sudah tidak jelas lagi mana yang asli. Begitu juga dengan informasinya, kebanyakan adalah 'sampah' dan 'hoax'. Itu kata orang sih, hehe... Eh, jadi ngelantur juga.
Kembali ke LAPTOP ...
Mantengin apa yang ada, dan berkelana di dunia belantara tak berujung, lumayan membuat kepala pusing. Saya jadi lupa kalau di dalam kepala saya sudah banyak sekali informasi yang tersimpan dan tinggal dikeluarin saja. Akhirnya aku cari-cari informasi di dalam kepala saya sendiri, barangkali ada informasi-informasi yang bisa jadi solusi dari permasalahan yang saya hadapi.
Akhirnya terlintas di salah satu bagian memori otak ada tulisan yang tersimpan, yaitu bahwa sebelum dari semua yang aku lakukan itu dilakukan, yang perlu dilakukan pertama adalah mengecek hostname terlebih dahulu. Dan bahwa hasil dari berkelana tadi juga ada orang yang mengatakan bahwa sebelum hasil dari config tadi dieksekusi maka akan dichek terlebih dahulu secara menyeluruh, kalau-kalau ada kesalahan di checkconfig. Begitu juga dengan konfigurasi virtual-host web itu akan disinkronkan dengan nama host yang ada di kompinya. Jika tidak sinkron, maka akan ditampilkan kesalahan, walaupun kesalahan yang ditampilkan itu tidak merujuk langsung pada hal itu, itu menurut saya sih. Contohnya yang tadi, informasi kesalahannya pada baris ketiga, server admin of administrator atau takes one argument yang menurut saya tidak akurat. Tapi apapun pesan kesalahan itu, entah itu akurat atau tidak, yang pasti masih adalah kesalahan dalan konfigurasi webnya.
Dan setelah diteliti, ternyata memang hostnya yang aku buat sebelumnya adalah bukan untuk kepentingan web, tapi lokal area network, jadi aku kasih nama virtual.ekajaya.lan. Hah, jelas gak nyambung, dalam pikiran saya berkata begitu...
Akhirnya pembuatan virtual-hostnya dipending dan mengganti nama host-nya terlebih dahulu. Dan lagi-lagi ternyata memang harus mengandalkan diri sendiri daripada tulisan yang sangat banyak di internet yang bisa bikin pusing 7 keliling. Aku fokus saja pada memori-memori yang ada di otakku. Penamaan hostname di system berbasis ubuntu maupun debian tidak akan permanen, kecuali dengan cara tertentu, karena setelah direstart hostname akan kembali lagi menjadi semula. Dan di Debian, eksekusi hostname ada pada script hostname.sh di init.d, dan di kernel-hostname.
Setelah itu semua dilakukan, dan service apache2-nya direstart, Alhamdulillah, berjalan dengan lancar tanpa ada pesan error lagi.
Alhamdulillah, dan cerita kali ini pun berakhir ...
Terima kasih jika Anda membaca oretanku sampai terakhir, disini ... hehe...

0 komentar:

Posting Komentar