We're just trying to give meaning to life and makes life more meaningful.

.

15 Maret 2017

Cara Sharing Internet @Wifi.id Via Ethernet


Permasalahan.
Membagi koneksi internet @wifi.id melalui jaringan lokal area network merupakan suatu pekerjaan yang tidak gampang. Kenapa? Karena sangat tidak mudah untuk membagi koneksi @wifi.id melalui jaringan yang ada. Walaupun jaringan lokal sudah bisa terkoneksi dengan baik, tapi koneksi internet tidak.

Penulis mengalami yang rumit tersebut, ketika beralih koneksi dari system fiber optik yang lama ke  system @wifi.id dan berniat membaginya dalam area network lokal. Namun hal itu tidak semudah yang dibayangkan. Walaupun infrastruktur yang lama sudah berjalan dengan baik, tapi ketika sudah dirubah ke system yang baru tersebut, koneksi jadi tidak tersambung. Lama sekali untuk mencari titik permasalahan yang dihadapi. Mulai dari mencari masalah IP address yang mungkin tidak satu subnet, gateway, DNS, router, dan sebagainya. Dan bisa dibayangkan, itu bukan sesuatu yang mudah, karena yang dicek bukan hanya satu komputer saja, tapi banyak. Satu komputer bisa terkoneksi, belum tentu komputer yang lainnya bisa terkoneksi, jika koneksi itu 'dipaksakan'. Kenapa saya bilang begitu, karena secara teknis sebuah komputer bisa dipaksa untuk terhubung ke komputer lain dengan cara-cara tertentu, walaupun itu menggunakan cara yang nampaknya sedikit dipaksakan.

Wah, jadi agak panjang ngelanturnya. OK kembali ke LAPTOP...

Setelah mengotak-atik di Windows selama beberapa waktu, baik Windows server, windows 8, windows 7 dsb, tidak sukses, saya coba menggunakan Linux. Itupun  Linux yang ringa sekali, yaitu Linux Lite turunan Ubuntu.


 Berbekal sedikit pengetahuan yang ada tentang jaringan dan Linux, penulis mencoba mencari permasalahan yang ada melalui manajer jaringan yang ada di Linux Lite tersebut. Secara intuitif, penulis merasa bahwa, dengan menggunakan sharing koneksi yang ada, tanpa pengaturan manual IP jaringan, penulis rasa akan bisa membagi koneksi yang ada. Dengan asumsi, DHCP akan dihandel oleh system yang ada, kalau gak salah  aplikasi atau script 'resolvconf' kali ya untuk menyebar ip agar dikenali oleh klien, karena OS-nya adalah Desktop bukan Server. Nah dengan asumsi tersebut penulis cari pengaturan di Network Manager Linuxlite dan ternyata ada, yaitu di tab Ipv4 Settings, kemudian di menu 'Method' kita tinggal pilih model jaringannya.

Setelah begitu, aku matikan dulu koneksinya agar, mendapatkan ip baru atau merefresh ip yang sudah ada. Setelah beberapa menit aku nyalakan lagi. Dan setelah aku rasa penyebaran IP ke network sudah berjalan,  aku pergi komputer klien untuk merubah ip klien menjadi otomatis semua. Dengan mudah, agar IP yang didapat fresh, aku disable dulu adapternya, kemudian aku nyalakan lagi.

Sembari menunggu adapter mendapatkan ip baru dari (anggap saja 'server') linux dengan harap-harap cemas, aku minum kopi dulu dan menyulut sebatang rokok Djarum Super kesukaanku sambil menikmati aroma rokok yang terasa sangat nikmat sekali. Dan itu merupakan suatu pertanda akan sebuah kesuksesan, karena rasa rokok berubah jadi nikmat sekali rasanya, dan perasaan jadi fresh beneran.

Setelah selesai mendapatkan IP dari 'server', aku coba buka command windows xp yang merupakan client dari jaringan yang ada, dan mengetikkan perintah 'ipconfig' aku mendapatkan ip yang berbeda dari pengaturan-pengaturan yang biasa aku terapkan sebelumnya, yaitu 10.42.0.X, yang biasa IP yang aku gunakan berbasis 192.168 ... Berarti IP sudah berubah dan mendapatkan 'sebaran' dari 'server', karena sudah tidak menampilkan IP lama ataupun IP publik. Lalu aku coba ping koneksi luar, yaitu www.google.com, dan ..

ALHAMDULILLAH ....

ternyata koneksi pun bisa terhubung.
Lalu aku buktikan dengan membuka browser, karena kalau di ping sudah bisa, bisa dipastikan di browser pun sudah bisa. Dan ternyata betul apa yang aku pikirkan, koneksi secepat kilat tersambung ke internet via browser mozilla firefox kesayanganku, dan membukan alamat www.ekajaya.cu.cc buatanku.

Dan ceritapun berakhir sampai disini, karena permasalahan sudah bisa di atasi.
Terima kasih bagi yang sudah membaca sampai paragraf terakhir ini, karena berarti Anda masih setia mendengarkan apa yang menjadi cerita saya, hehe...

Salam sukses selalu ...

0 komentar:

Poskan Komentar