15 Juni 2015

Membuat File Dinamis


Biar kedengaran seru, judul di atas dibuat sedikit bombastis seperti Syaharini, menggambarkan sesuatu yang sedikit dari biasa menjadi luarrr biasa, cetar membahana, hahaha....

OK, kembali ke file, :D
Yang dimaksud dgn judul di atas sebetulnya adalah membuat sebuah file dimana file tersebut bisa berisi lebih dari satu file. Maksudnya?
Ya begitu. Satu file tapi di dalamnya berisi banyak file. Loh kok mbulet sih, hahaha...

Sebetulnya, kok sebetulnya lagi, he,,,
Maksudnya adalah di dalam sebuah file bisa berisi banyak file lainnya lagi, cuma disatukan dalam satu file, seperti file yang terkompresi, cuma bukan murni file kompresi. Mbulet lagi. hahaha

Oke langsung saja contohnya.
Kita ambil sebuah file gambar, biar nantinya filenya bisa dilihat sebagai gambar, walaupun sebetulnya bukan gambar 'ansich'. Anggap saja filenya bernama "gambar.jpg". Kemudian kita buat sebuah file kompress menggunakan winrar, winzip, atau 7zip dari sekian banyak file biar ringkas, misalnya kita beri nama filenya "kompress.rar". Lalu kita satukan file "gambar.jpg" dan file "kompress.rar" tadi menjadi satu. Dengan perintah :
-------------------------------------------------------
CMD
copy /b gambar.jpg+kompress.rar filehasil.jpg
-------------------------------------------------------
Ingat, kamu harus sudah bisa cara menjalankan Dos Command, dan tahu dimana letak file-nya. Jika belum, belajar lagi, hehe... Jika nama filenya panjang bisa kasih tanda petik "" di awal dan akhir file agar dikenali oleh DOS.

Sekarang kita lihat filenya, jika dibuka akan terlihat sebagai gambar. Kemudian kalau kita rubah extensi filenya menjadi "filehasil.rar" maka akan terlihat file yang kita kompress tadi. Kalau ingin melihat gambar, kita rubah lagi extensinya menjadi "filehasil.jpg". Lihat, dinamis bukan ? Kemudian kita bisa upload filenya ke hosting gambar, sehingga tidak tertolak. Atau kita kirim ke teman, jika filenya rahasia sehingga orang lain yang membuka tidak tahu kalau itu file rahasia karena yang terlihat hanya gambar saja. Haha...

Salam luar biasa ...

17 Desember 2014

Transparent Proxy Squid



Konfigurasi Squid di Linux yang sudah selesai, bahkan berjalan cukup sempurna, tapi ternyata belum selesai sampai disitu. Ketika di test dari client ternyata tidak ada respon request yang masuk. Entah apa yang salah.

Hal demikian seringkali terjadi karena hal kecil yang nampaknya sepele dan sering lupa, namun akibatnya cukup fatal. Pengaturan iptables atau firewall. Yup, ternyata masalahnya disitu.

Agar proxy bisa transparent maka setiap request dari port 80 harus dibelokkan ke port squid, standarnya 3128. Contohnya sebagai berikut :

iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128
iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
service iptables save (Centos) / iptables-save (Debian)


Dan jangan lupa untuk menforward ip di sysctl :
nano /etc/sysctl.conf
Ubah tulisan “net.ipv4.ip_forward” menjadi 1:

net.ipv4.ip_forward = 1;
Dan jangan lupa “sysctl –p” untuk merefresh dan menjalankan setting yang baru.

Lah kok squid kadang gak mau jalan sendiri ketika direstart. Itu mah gampang. Tambahkan saja perintah untuk start squid di rc.local

echo “/usr/local/squid/sbin/squid –k D” >> /etc/rc.local

 Perhatikan letak squidnya. Rubah sesuai tempatnya.
 atau langsung begini juga bisa, asal command squid sudah bisa langsung dieksekusi :

echo “squid” >> /etc/rc.local

Catatan kecil :
Port-port berikut adalah jika ingin dibuka untuk client :
acl Safe_ports port 995 # pop3 gmail
acl Safe_ports port 587 # smtp gmail
acl Safe_ports port 465 # smtp gmail
acl Safe_ports port 993 # smtp gmail
acl Safe_ports port 25 # smtp
acl Safe_ports port 110 # pop3
acl Safe_ports port 143 # pop3


Terima kasih.

02 November 2014

Setting Transmission Daemon di Debian


Sempat bingung ketika mencari setting torrent debian, masalahnya ambigu. Terdapat dua setting di dua tempat, yaitu :

~/.config/transmission-daemon/settings.json
dan
/etc/transmission-daemon/settings.json

Sudah diobrak-abrik habis-habisan tuh setting yang pertama, mulai dari mematikan whitelist,rpc-enable dirubah, sampai membolehkan semua koneksi luar tetap saja tidak bisa juga.

Solusinya ketemu DISINI.
Hmmh, akhirnya ketemu tanya jawab di bagian paling akhir, saya ikuti semua petunjuk dari awal diskusi, hingga selesai. Dan di bagian paling akhir ketemu benang ijonya (biar gak merah terus), yakni kesalahan menangani file config-nya yang semestinya di folder /etc yang di edit di folder /.config.
Dan secara gamblang sebenarnya sudah tertera DISINI.

Jika bingung untuk ngasih enable whitelistnya, kasih saja "127.0.0.1 0.0.0.0 *.*.*.*" Biar kena semua tuh alamat dan biar daemonnya sendiri yang mikir mau pilih yang mana, hahahaha .....

Salam dua jari!

23 Oktober 2014

Membuat Cloud Drive Sendiri



Sempat bertanya-tanya bagaiamana caranya membuat cloud drive seperti di dropbox atau amazon.

Pencarian pun dilakukan, dan membuahkan hasil. Yang pertama pilihan adalah jatuh pada seafile, karena itu yang langsung aku temukan :D, dan menurut kabar cukup mudah konfigurasinya dan client-nya juga kompatibel hampir dengan semua perangkat.

Enaknya lagi, cloud drive ini bisa buat kolaborasi kerja layaknya di google drive. Untuk versi online kita harus punya VPS (linux maupun windows) dan (optional) Domain.

Proses instalasinya cukup mudah, kita tinggal mengikuti wizard dan mengisi sesuai yang diminta saat instalasi berjalan.

Silahkan ke halaman UNDUHAN seafile baik server maupun client semuanya sudah lengkap ada disana.

Referensi: pencarian dari berbagai sumber.

07 September 2014

Akses Internet Ubuntu Server via Proxy


Sempat bingung ketika mau update apt via cli di ubuntu server. Pasalnya akses internet harus melalui proxy server karena instalasi ubuntu di virtual mesin. Pencarian pun dilakukan melalui mbah gugel. Dan ketemu clue-nya, begini :

Buka file /etc/environment dan tambahkan :


http_proxy="http://myproxy.server.com:8080/"
https_proxy="http://myproxy.server.com:8080/"
ftp_proxy="http://myproxy.server.com:8080/"
no_proxy="localhost,127.0.0.1,localaddress,.localdomain.com"
HTTP_PROXY="http://myproxy.server.com:8080/"
HTTPS_PROXY="http://myproxy.server.com:8080/"
FTP_PROXY="http://myproxy.server.com:8080/"
NO_PROXY="localhost,127.0.0.1,localaddress,.localdomain.com"
Ganti myproxy.server.com dengan alamat proxy dan 8080 dengan port yang sesuai.
Tambahkan lagi pada /etc/apt/apt.conf.d/ sebuah file bernama 95proxies dan isikan kode berikut :
Acquire::http::proxy "http://myproxy.server.com:8080/";
Acquire::ftp::proxy "ftp://myproxy.server.com:8080/";
Acquire::https::proxy "https://myproxy.server.com:8080/";
Jika cara diatas tidak berhasil, coba tambahkan file /etc/apt/apt.conf dan isi dengan : Acquire::http::Proxy "http://xx.xx.xx.xx:8080";
Semoga berhasil.
Untuk membangun proxy bisa merujuk ke SINI.
Untuk repo lokal bisa merusuk ke SINI.

24 April 2014

Catatan Seputar Squid



1. Membelokkan semua request ke proxy lain :

cache_peer parentcache.foo.com parent 3128 0 no-query default
never_direct allow all


Dengan config ini, jika parent cache gagal atau tidak merespon, maka semua request akan menampilkan pesan error.
Jika kita ingin membolehkan untuk menggunakan direct connection ketika parent proxy down kita bisa menggunakan pendekatan :

cache_peer parentcache.foo.com parent 3128 0 no-query
prefer_direct off
nonhierarchical_direct off


Perintah prefer_direct off  memerintahkan Squid untuk mencoba request pertama ke parent.

2. Membelokkan request domain tertentu saja

cache_peer parentcache1.foo.com parent 3128 3130
cache_peer parentcache2.foo.net parent 3128 3130
cache_peer parentcache3.foo.com sibling 3128 3130
cache_peer parentcache4.foo.net sibling 3128 3130
cache_peer_domain parentcache1.foo.com .google.com .yahoo.com
cache_peer_domain parentcache2.foo.net .vimeo.com .youtube.com
cache_peer_domain parentcache3.foo.com .id .go.id .web.id .co.id
cache_peer_domain parentcache4.foo.net   .uk .de .fr .no .se .it


Jika tidak menggunakan cache_peer bisa menggunakan directive :
acl INSIDE dstdomain .mydomain.com
always_direct allow INSIDE
never_direct allow all


Maka INSIDE akan selalu dibelokkan ke mydomain.com sedang yang lainnya direct.
Atau menggunakan IP internal dengan directive :
acl INSIDE_IP dst 192.168.0.1/24
always_direct allow INSIDE_IP
never_direct allow all


Contoh lain dari always_direct access list.
Misal, Jika kita ingin squid agar connect secara direct ke hotmail.com server, kita bisa menggunakan perintah berikut di config file:
acl hotmail dstdomain .hotmail.com
always_direct allow hotmail


3. Anonymizer

Jika kita memilih untuk menggunakan anonymizer kita harus memberi perintah opsi forwarded_for untuk mencegah client terungkapkan. Lupa untuk mematikan opsi forwarded_for akan mengurangi efektifitas dari anonymizer. Terakhir jika kita memfilter User-Agent header menggunakan opsi fake_user_agent dapat mencegah masalah beberapa user sebagaimana beberapa situs membutuhkan User-Agent header.
NB: Squid harus di built dengan konfigurasi --enable-http-violations sebelum di build.
Squid 2.6 - 2.7
Membolehkan penghapusan atau penggatian header tertentu melalui opsi http_header_access dan header_replace.
Squid 3.0
Membolehkan penghapusan atau penggantian selektif dari header spesifik di dalam request atau reply dengan request_header_access dan reply_header_access dan header_replace setting.
Squid 3.1
Menambah kemampuan 3.0 dengan pemotongan, penggantian, atau penghapusan header X-Forwarded-For-.


4. Squid Tanpa Cache

Kita bisa menggunakan squid sebagai proxy-only, tanpa membuat cache. Jadi tidak memberatkan dan mengurangi kapasitas harddisk.
Kita bisa menggunakan perintah cache access untuk membuat Squid tidak membuat cache setiap respon :
cache deny all
Pada Squid-2.7, Squid-3.1 dan sesudahnya kita juga dapat menghapus  semua opsi 'cache_dir' dari  squid.conf untuk mencegah pembuatan direktori cache.
Pada Squid-2.4, 2.5, 2.6, dan 3.0 kita perlu menggunakan "null" storage modul:
cache_dir null /tmp
Catatan: Perintah null cache_dir tidak mendisable caching, tapi tidak menyimpan atau membuat struktur cache. Directory (mis,/tmp) harus ada, jadi squid dapat chdir ke direktori tsb, Selain itu kita juga bisa menggunakan opsi coredump_dir .
Untuk konfigurasi Squid "null" storage modul, kita perlu meng-compile dengan command line:
--enable-storeio=null,...


5. Membatasi Besarnya File yang di Download
Kita bisa set secara global parameter reply_body_max_size. Opsi ini mengontrol besarnya HTTP message body yang akan dikirim ke cache client untuk satu request.
Jika batasan tercapai, maka secara otomatis koneksi ke klien akan terputus.
(!) Catatan: user-agents "buatan" ini akan tetap bisa men-download file besar melalui cache menggunakan HTTP/1.1 range requests.

To Be Continue ...

23 April 2014

Membuat VPN Menggunakan Autoscript



Saya pernah membuat VPN dengan menggunakan autoscript, tapi sudah lupa dimana saya taruh alamat scriptnya. Mumpung lagi menemukan script baru jadi langsung saja saya tulis :D.

Langsung saja scriptnya bisa didownload DISINI.
unzip openvpnauto_lovecoupon.info.zip
chmod +x ovpn_lc.sh
./ovpn_lc.sh
Dan biarkan proses berjalan hingga selesai.

Dengan sedikit berusaha kamu akan menemukan tutorialnya, tapi dalam bahasa bule ya :D Silahkan tuts DISINI. Dan bisa membuka DISINI sebagai referensi.

Ma'af, sebagian besar tulisan saya di blog ini bukan untuk pemula.

Masalah Error Koneksi Printer via Jaringan Lokal

Sempat kelabakan ketika mau print via network setelah server diinstall ulang karena bermasalah. Semua setting sudan selesai dan hampir sama...